Meningkatkan sanitasi layak untuk menurunkan angka diare di Kabupaten Sambas

    Air yang bersih, sanitasi yang layak dan kebersihan lingkungan sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia. Hal ini karena mengkonsumsi air yang tidak bersih serta sanitasi yang buruk dapat menyebabkan penyakit menular seperti diare. Diare adalah penyakit yang terjadi akibat perubahan konsistensi feses selain dari frekuensi buang air besar. Seseorang dikatakan menderita diare apabila feses yang dikeluarkan lebih berair dari biasanya atau mengalami buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari.

    Menurut data WHO, sekitar 829.000 orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal akibat air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai setiap tahun, mewakili 60% dari total kematian akibat diare. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevelensi diare di Provinsi Kalimantan Barat adalah 7.4 %, angka ini berada diatas angka prevelensi nasional yaitu 6.8% . 

    Pada tahun 2021, Kabupaten Sambas berada pada peringkat 13 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat dengan jumlah kasus mencapai 4275 kasus. Namun, angka ini telah mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 10278 kasus.

Sumber: BPS Kabupaten Sambas

    Menurut Samiyati, M., Suhartono dan Dharminto (2019) terdapat hubungan negatif antara kasus penderita diare dengan sanitasi, yaitu apabila terjadi peningkatan sanitasi maka kasus penderita diare akan mengalami penurunan. Penelitan lain yang dilakukan oleh Ahyanti, M. and Rosita, Y. (2022)  juga menyatakan bahwa seseorang dengan perilaku buang air besar sembarangan cenderung lebih beresiko untuk menderita diare.

    Kondisi sanitasi di Kabupaten Sambas selalu mengalami peningkatan dari tahun 2018 hingga 2021, hal ini berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Barat yaitu Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Layanan Sanitasi Layak menurut Kabupaten/Kota.

Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Barat

    Oleh karena itu, untuk menurunkan angka diare di Kabupaten Sambas dapat dengan cara meningkatkan kondisi sanitasi serta dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) antara lain penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan toilet yang juga harus didukung dengan menjaga kondisi kebersihan di lingkungan sekitar.

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak”

- Mahatma Gandhi -

Sumber:
https://www.who.int/data
https://data.kalbarprov.go.id/
https://sambaskab.bps.go.id/

    Samiyati, M., Suhartono and Dharminto (2019) ‘Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(1), pp. 388–395.

    Ahyanti, M. and Rosita, Y. (2022) ‘Determinan Diare Berdasarkan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat’, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), pp. 1–8. Available at: https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.1-8.

Comments