EKONOMI KABUPATEN SAMBAS PASCA PANDEMI

   Pada awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan serangan virus penyakit yang disebut dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Awal mulanya virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok (China) pada akhir tahun 2019 yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Covid-19 merupakan jenis virus yang menyerang sistem pernapasan. Gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan virus flu, namun virus ini lebih cepat berkembang sehingga dapat mengakibatkan infeksi yang lebih parah dan berdampak pada gagal organ (Amalia et al., 2020). Virus ini dapat ditularkan melalui kontak fisik erat tanpa adanya perlindungan dari bersin dan batuk (Mardiyah & Nurwati, 2020). Salah satu dampak dari penularan virus ini yaitu meningkatnya angka kematian di Indonesia akibat Covid-19. Menurut data dari World Health Organization (WHO) tercatat hingga 24 Mei 2023 total kematian akibat Covid-19 sebesar 161.701 kematian.

Saat itu salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini secara langsung berdampak pada semua bidang kehidupan termasuk bidang ekonomi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun pada tahun 2021 ekonomi Indonesia kembali mengalami pertumbuhan sebesar 3,96 persen dibandingkan tahun 2020 dan pada tahun 2022 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,31 persen dibandingkan tahun 2021. Hal tersebut sejalan dengan memulihnya kondisi di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Hal diatas tentunya juga dialami oleh Kabupaten Sambas yang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia. Menurut BPS Kabupaten Sambas pertumbuhan ekomomi Kabupaten Sambas pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Apabila ditinjau melalui PDRB Kabupaten Sambas menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku, pada tahun 2020 lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam diantaranya Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 19,18 persen; Jasa lainnya sebesar 16,55 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,94 persen; Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 7,65 persen; Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 6,97 persen; dan Jasa Perusahaan sebesar 6,24 persen.

Namun pada tahun 2021 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar 4,37 persen. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 24,91 persen; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,41 persen; Konstruksi sebesar 7,16 persen diikuti Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang sebesar 7,09 persen.

Sumber: BPS Kabupaten Sambas

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengadakan kegiatan – kegiatan kebudayaan yang berkolaborasi dengan pelaku usaha UMKM seperti kegiatan Borneo Youth Culture, Lalakuli Festival, dsb.

Sumber:

covid19.who.int

bps.go.id

Amalia, L., Irwan, I., & Hiola, F. (2020). Analisis Gejala Klinis Dan Peningkatan Kekebalan Tubuh Untuk Mencegah Penyakit Covid-19. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 2(2), 71–76. https://doi.org/10.35971/jjhsr.v2i2.6134

Mardiyah, R. A., & Nurwati, N. R. (2020). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENINGKATAN ANGKA PENGANGGURAN DI INDONESIA Want more papers like this? Jurnal Global Health Science Groupoup.

Comments