MENILIK EKONOMI BIRU DI INDONESIA
Indonesia dikenal sebagai negara maritim yaitu negara yang memiliki wilayah laut lebih luas dibandingkan luas daratan
yang terdiri dari pulau-pulau. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) luas total wilayah Indonesia sekitar 7.81 juta km2 dengan luas laut Indonesia
mencapai 3.25 juta km2 dan 2.55 juta km2 merupakan Zona Ekonomi Eksklusif sehingga luas daratan hanya sekitar 2.01 km2. Luasnya wilayah perairan membuat Indonesia
mempunyai kekayaan laut yang berlimpah yang terdiri dari keindahan pantai, pesona
terumbu karang, hingga banyaknya hasil tangkapan laut. Hal ini juga yang membuat
penduduk Indonesia memanfaatkan sumber daya tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Namun, luasnya wilayah laut Indonesia serta banyaknya kekayaan laut yang dimiliki ternyata belum dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan baik, hal ini berdasarkan pernyataan yang diungkapkan oleh Profesor Zuzy Anna bahwa PDB pada sektor kelautan hanya sebesar 12 persen dan tidak sebanding dengan potensi laut yang dimiliki Indonesia.
Dalam upaya membangun sektor kelautan dan perikanan sekaligus melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Indonesia (RPJPN) 2005 - 2025 serta mendukung SDGs tujuan ke-14 yaitu melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan maka dibangunlah sebuah sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan yang disebut dengan blue economy (ekonomi biru). Blue economy didefinisikan sebagai konsep ekonomi laut yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial tetapi tetap menjaga kondisi lingkungan dari kerusakan dan kelangkaan ekologis.
Untuk mendukung blue economy Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat tiga program terobosan yaitu:
- Penangkapan terukur berbasis kuota di setiap wilayah pengelolaan perikanan untuk keberlanjutan ekologi
- Pengembangan perikanan budidaya yang berorientasi ekspor
- Pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal
Sumber:
Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas). https://www.bappenas.go.id/id/berita/bappenas-luncurkan-blue-economy-development-framework-for-indonesias-economic-transformation-NNTgJ
Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP). https://kkp.go.id/djprl/artikel/21045-konservasi-perairan-sebagai-upaya-menjaga-potensi-kelautan-dan-perikanan-indonesia
Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP). https://kkp.go.id/brsdm/sosek/artikel/44209-pembangunan-sektor-kelautan-perikanan-untuk-indonesia-emas-2045
Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KPP). https://kkp.go.id/artikel/38041-kkp-dukung-penerapan-blue-economy-di-surga-timur-indonesia

Comments
Post a Comment